lisas-childminding.com

My WordPress Blog

Waduh, Beli Pempek di Palembang Dikasih Pajak 10 %

Berita Terbaru Didapati bila pemerintah Kota Palembang mulai menetapkan pungutan pajak restoran sebesar 10 % mulai Senin 8 Juli 2019 kemarin. Seperti yang dikatakan oleh pihak dari Badan Pengelola Pajak Wilayah (BPPD) Kota Palembang Sulaiman Amin menjelaskan untuk melakukan pengambilan itu pihaknya akan menempatkan alat pemantau pajak online di tiap warung makan kaki lima serta restoran.

Selain itu diketahui bila pemasangan itu dikerjakan untuk memonitor penghasilan usaha mereka. Satu diantara tempat yang akan jadikan target ialah warung pempek.

“Untuk awalannya tim akan menempatkan alat e-tax di dalam rumah makan. Dengan setahap seterusnya akan dipasang di gerai, warung pempek, serta usaha restoran lain. Ini sesuai dengan Perda Kota Palembang Tahun 2002 mengenai Pajak Restoran sebesar 10 %,” tutur Sulaiman, Selasa 9 Juli 2019.

Dia menjelaskan pemasangan e-tax dikerjakan untuk menyerap pajak bidang restoran yang sampai kini belum optimal. Team BPPD dengan setahap menempatkan alat e-tax di semua gerai serta restoran di semua Palembang. Pemasangan diawali dari rumah makan.

Waduh, Beli Pempek di Palembang Dikasih Pajak 10 %

Diketahui bila jika tim BPPD telah menempatkan alat ini tetapi warung pempek atau restoran tidak memakainya, pihaknya akan kenakan sanksi. Sanksi awal akan diberi berbentuk surat peringatan.

Sulaiman menjelaskan aktor usaha dituntut patuh membayar pajak. Bila peringatan tidak digubris, faksinya tidak segan-segan untuk menyegel tempat usaha bahkan juga mencabut izin usaha mereka.

“Walau hari libur kerja, team terus lakukan pemasangan alat e-tax. Semasing team mempunyai pekerjaan sekaligus juga memeriksa apa alat yang telah dipasang dipakai ataukah tidak. Bila ada kasir yang belum memahami dengan alat itu operator langsung menolong menerangkan masalah yang ada,” tutur ia.

Selain itu dilansir oleh Hostcoremedia dari sumber paling dipercaya, bila awal minggu lalu Sulaiman minta pada pedagang tidak untuk mencemaskan penerapan pungutan pajak restoran itu. Menurut dia, alat pemantau pajak akan dipasang sesuai target yang tergantung pada omzet.

“Serta untuk omzet /hari minimum Rp2 juta sampai Rp3 juta,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *