lisas-childminding.com

My WordPress Blog

Inilah Hasil Racikan Tangan Jacksen Tiago Untuk Tim Persipura

Berita Terbaru Di laga-laga awal Shopee Liga 1 2019, tampilan Persiputa Jayapura kelihatan tak stabil. Mereka kehilangan taji jadi tim besar.

Persipura sempat tidak pernah mengantungi kemenangan di di enam laga awal persaingan. Paling mentok, Tim Mutiara Hitam cuma mendapatkan tiga hasil seimbang. Kesabaran manajemen Persipura ke figur Luciano Leandro juga habis. Mereka sedih berat waktu Persipura cuma dapat bermain seri 1-1 menantang klub promosi Semen Padang di Stadion Mandala, Jayapura. Setelah pertandingan itu dia didepak paksa.

Persipura tertera jadi tim pengoleksi gelar terbanyak di masa persaingan Liga Indonesia (penggabungan Perserikatan serta Galatama), yaitu pada musim: 2005, 2008-2009, 2010-2011, 2013. Ian Kabes dkk. tertera empat kali jadi runner-up kelas elite pada musim 2009-2010, 2012, 2014.

Hostcoremedia lihat ada 3 hal penting yang dilakukan mentor asal Brasil itu hingga Persipura Jayapura kembali cemerlang. Apa-apa saja?

Inilah Hasil Racikan Tangan Jacksen Tiago Untuk Tim Persipura

Taktik yang Tidak Mudah Dibaca
Taktik Persipura di tangan Jacksen F. Tiago beralih-alih, susah ditebak oleh musuh. Bila awalnya di masa Luciano Leandro, Team Mutiara Hitam condong bermain dengan pola 4-3-3, di masa Jacksen permainan Boaz Solossa dkk. condong fleksibel.

Waktu menang 1-0 kontra Madura United, Persipura bermain dengan patron tradisionil 4-4-2, dengan tempatkan duet Boaz Solossa serta Titus Bonai. Saat menggebuk PSIS Semarang, Persipura bermain dengan pola lebih defensif 5-4-1. Taktik serangan balik cepat sukses menghajar Mahesa Jenar dengan pola 4-3-3.

Pergantian taktik di Persipura gampang dikerjakan sebab di team beberapa pemain yang dapat diplot multifungsi. Jacksen dengan gampang merubah tempat pemainnya sesuaikan kebutuhan taktik.

Melepas Ketergantungan pada Figur Boaz Solossa
Sebagai striker, ketajaman Boaz Solossa tidak butuh diragukan. Sepanjang 14 tahun, dia jadi pemain yang dihandalkan untuk membobol gawang musuh.

Boaz tertera jadi pemain tertajam di panggung persaingan kelas elite musim 2008-2009, 2010-2011, serta 2013. Tetapi, ketergantungan Persipura pada figur Boaz berisi permainan Persipura terakhir mudah dibaca musuh.

Aliran bola ke depan tetap ditempatkan di Boaz Solossa. Waktu pemain terkunci, karena itu dengan automatis ketajaman Mutiara Hitam turun.

Jacksen hadir ke Persipura dengan masih mengoptimalkan tenaga Boaz. Namun dia sekarang tidak jadi hanya satu pemain yang menjadi arah arus serangan.

Pola ofensif Persipura berjalan dinamis, tidak cuma memercayakan seorang target man, dan juga dua winger. Boaz dioptimalkan jadi pemain penarik perhatian. Sesaat Titus Bonai, Todd Ferre, atau Ronaldo Wanmma, jadi figur penyelesai kebuntuan dengan gerakan dinamis. Konsentrasi tim musuh untuk menjaga pertahanan juga terpecah.

Pola ofensif ala Jacksen memberikan efek positif buat Boaz Solossa. Perlahan tetapi tentu, striker bernomor punggung 86 itu kelihatan mulai nememukan ketajamannya kembali.

Memenangi Hati Pemain Senior
Beberapa pemain senior di Persipura jadi target masukan diawalnya Shopee Liga 1 2019. Mereka dipandang seperti titik lemah kemerosotan permainan Persipura.

Tommy Mano, Presiden Persipura sudah sempat melontarkan pengakuan tajam masalah gagasan Persipura lakukan meremajaan team pada putaran ke-2 sebab menganggap kapasitas beberapa pemain gaek tidak memberi kepuasan.

Muncul kecemasan kehadiran Jacksen akan mempermulus gagasan itu. Sang pelatih sampai kini diketahui lebih suka memakai tenaga darah muda. Waktu dahulu menggarap Persipura, dia sudah sempat berseteru dengan beberapa pemain senior.

Nyatanya dugaan itu meleset. Jacksen masuk dengan merangkul beberapa pemain senior. Dalam satu interviu dengan media lokal Papua, Jacksen berujar sudah lupakan waktu dulu. Dia menyebutkan jika peranan pemain senior penting di tim.

“Saya ingin mereka jadi figur yang menolong proses peralihan. Di tim ini beberapa pemain muda, tetapi mereka masih minim pengalaman. Mereka perlu dibarengi beberapa pemain senior. Jika dahulu Ian Kabes, Ricardo Salampessy, Boaz Solossa jadi pemain muda yang dibarengi beberapa seniornya, sekarang mereka jadi figur contoh yang membimbing bakat-bakat muda di team,” kata Jacksen.

Lihat formasi skuat inti Persipura sekarang, kelihatan jika pemain gaek masih bisa peranan besar di team. Mengambil contoh Ricardo Salampessy, yang menjadi figur jenderal posisi belakang. Atau Boaz Solossa yang masih jadikan profil penting di posisi depan Persipura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *