lisas-childminding.com

My WordPress Blog

Ciri-Ciri Kita Malas Belajar

Berita Terbaru Kegiatan belajar memang tidak selamanya disukai oleh kebanyakan orang. Faktanya beragam, ada yang merasakan malas untuk belajar sebab menganggap telah jenuh. Memang kok, belajar semestinya dikerjakan dengan serius namun santai, bukan dalam keadaan depresi serta jemu.Tetapi, ada pula yang memakai kejenuhan jadi fakta untuk menghindari pekerjaan belajar. Pertanyaannya, apakah benar jika yang dirasa ialah jenuh serta bukan rasa malas? Jadi, agar lebih jelas silahkan kita baca tanda-tanda berikut.

Ciri-Ciri Kita Malas Belajar

Walau ada banyaknya waktu luang, semua waktu dipakai cuma untuk santai
Yang namanya jenuh waktu belajar, tentunya berlangsung waktu kamu telah belajar secara berlebihan serta mungkin saja tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Sebaliknya, waktu mempunyai banyaknya waktu luang, kamu justru memilih untuk menghabiskan semua waktu yang ada untuk bersantai serta bersenang-senang.Lalu, waktu giliran belajar kamu mulai merasakan berat serta ‘jenuh’. Hmm, sebetulnya sih hal tersebut bukan jenuh, tetapi rasa malas yang makin kuat. Jadi, coba seimbangkan waktu di antara santai serta belajar, ya!

Belum belajar apa pun, tapi telah mengeluh tiada henti
Sikap atau rutinitas merintih, tentunya bukan sikap atau rutinitas yang baik ya. Dalam kegiatan belajar juga, sikap merintih ini bisa jadi kendala yang tidak dapat dipandang sepele. Jika kamu telah duluan merintih jemu, walau sebenarnya kamu benar-benar belum belajar apa pun, karena itu dapat diyakinkan jika kamu memang merasakan malas untuk belajar. Jadi, langkah untuk menanganinya dengan hentikan rutinitas merintih ini. Sebaliknya, ubahlah dengan sikap positif lain yang bisa memberi dukungan proses belajarmu.

Sikap menunda-nunda jadi ‘tameng’ untuk menghindarkan kegiatan belajar
Menyempatkan diri sesaat untuk melepas kejenuhan sesudah belajar, benar-benar sangat disarankan untuk kesuksesan dalam proses belajar tersebut.Tetapi, yang butuh dilihat ialah peluang kamu dapat menjadi lupa dengan prioritas serta makin lama muncul rasa malas. Ya, ini disebabkan sikap menahan-nahan yang menjadi ‘tameng’ saat hadapi dengan pilihan ingin belajar ataukah tidak.

Membanding-bandingkan diri dengan rekan yang selalu bersantai
Nah, lingkungan untuk belajar sangat memberi dukungan proses serta hasil belajar satu orang. Jika lingkungannya tidak mendukung, karena itu kamu juga semakin lebih gampang untuk dipengaruhi. Contohnya, teman-temanmu tetap santai serta tidak ingin belajar benar-benar.Jadi, jika kamu memang putuskan untuk serius belajar karena itu jalan keluarnya ialah kamu harus keluar dari lingkungan yang tidak mendukung itu. Serta, jadi gantinya cari lingkungan yang lebih positif serta dapat membantumu untuk berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *