lisas-childminding.com

My WordPress Blog

Seputar Mengenai Tokoh Attila the Hun, Yang Pernah Main Game Empire Tentu Tahu !

Berita Terbaru Sudah pernah dengar nama Attila the Hun ? Ya, ia ialah raja dari Kekaisaran Hun (434-453 SM), yang diketahui jadi satu diantara kekaisaran paling besar di Eropa pada saat itu, dimana wilayahnya membentang dari Eropa Tengah sampai ke Laut Hitam, serta dari Sungai Danube sampai ke Laut Baltik.

Dia diketahui oleh bangsa Romawi sebab kebrutalannya serta kecenderungannya untuk menjarah kota-kota Romawi. Attila dipandang seperti satu diantara penguasa “barbar” paling besar dalam riwayat, sebab sukses memperluas daerah bangsa Hun serta menjaga rekor hampir prima dalam pertarungan.Lalu, hal apa yang membuat pemimpin barbar ini demikian menarik buat bangsa Romawi? Tersebut sekitar mengenai Attila the Hun :

Seputar Mengenai Tokoh Attila the Hun, Yang Pernah Main Game Empire Tentu Tahu !

Memperoleh pendidikan yang spesial sejak kecil
Jauh dari stereotip orang barbar yang kotor serta tidak berpendidikan, Attila dilahirkan (direncanakan pada awal era ke-5 M) dari keluarga terkuat di utara Sungai Danube. Paman-pamannya, Octar serta Rugila, sudah menyuruh Kekaisaran Hun diakhir tahun 420-an sampai awal tahun 430-an.Semenjak kecil, Attila serta kakak laki-lakinya, Bleda, terima beberapa kursus spesial seperti memanah, berperang dengan pedang, dan langkah menunggang serta menjaga kuda.Mereka bicara (serta mungkin membaca) baik dalam bahasa Gotik atau Latin, pelajari strategi militer dan diplomatik. Kedua bersaudara itu tetap ada saat paman mereka menerima seseorang duta besar dari Romawi.

Menginvasi Gaul cuma untuk memenangi seseorang wanita
Pada musim semi tahun 450, Honoria, saudari Valentian III, kaisar Romawi Barat, mengirimi Attila cincin. Dia minta Attila untuk “menolongnya” dari pernikahan dengan seseorang bangsawan Romawi yang dipaksakan oleh kakaknya.Attila, yang telah mempunyai beberapa istri (jumlahnya tentunya tidak didapati), ambil penawaran Honoria jadi proposal. Ia mengaku Honoria jadi pengantin barunya, serta setengah Kekaisaran Romawi Barat jadi mas kawinnya.Awalannya Honoria akui tidak dengan maksud semacam itu, tapi Valentian sudah terburu geram sesudah tahu rencana itu. Dia siap untuk mengirim Honoria melewati Sungai Danube untuk menenangkan Attila, walaupun pada akhirnya melunak serta membiarkannya menikah dengan bangsawan Romawi itu.Tetapi, Attila tidak menyerah demikian saja, serta akan melakukan dua kampanye militer untuk memperoleh Honoria.

Menderita kekalahan pertama serta terakhir kalinya di Pertarungan Catalaunian
Pada tahun 451, seputar 200.000 pasukan Hun menggempur Gaul. Faktanya benar-benar jelas, Attila ingin merampas kembali Honoria sekaligus juga menginvasi Kekaisaran Romawi Barat.Saat mereka bergerak lewat pedesaan serta membakar sekelilingnya, pasukan Romawi yang di pimpin oleh Jenderal Flavius ??Aetius — yang awalnya terkait baik dengan Attila — membuat aliansi dengan Raja Theodoric I dari bangsa Visigoth.Kombinasi pasukan Romawi-Goth selanjutnya hadapi pasukan Hun dalam pertarungan di dataran Catalaunian, serta pada akhirnya sukses menaklukkan Attila dalam satu diantara perselisihan paling berdarah selama riwayat.Theodoric terbunuh dalam pertarungan itu, sementara Attila menarik pasukannya serta mundur dari Gaul. Tapi Attila bukan pria yang mudah putus harapan, sebab dia akan kembali menyerang Romawi setahun sesudahnya.

Attila sendiri jalani hidup yang sangat sederhana
Menurut Priscus — yang sudah pernah berkunjung ke tempat Attila di dataran tinggi Hongaria bersama dengan duta besar Romawi yang bertandang pada tahun 449 — mengatakan jika Attila senang membuat sebuah jamuan makan, dimana dia menyediakan makanan elegan pada beberapa tamunya dengan piring-piring perak.Attila sendiri, lebih Priscus, dilayani dengan terpisah. Ia tidak mengonsumsi apapun tidak hanya daging di atas piring kayu serta minum dengan gelas yang terbuat dari kayu.Tidak seperti bawahannya, yang dengan sombong memajang emas serta permata mereka di tali kekang atau persenjataan kuda mereka, “gaun Attila” sangat sederhana, tidak ditambah pernak-pernik apapun, yang terpenting bersih serta masih dapat digunakan.

Wafat dengan misterius pada malam pertamanya
Walau mengerikan, kematian Attila tidak seperti yang bisa kita bayangkan. Kematiannya tidak seperti seseorang pejuang besar atau pemimpin militer yang gugur dengan penuh kehormatan di medan perang.Semuanya berawal waktu Attila putuskan untuk meminang istri , seseorang wanita muda yang cantik bernama Ildico. Mereka menikah pada tahun 453, pas pada saat Attila sedang menyiapkan serangan lain pada Byzantium serta kaisar barunya, Marcian.Sepanjang pesta pernikahannya, Attila berpesta serta minum sampai tengah malam. Esok paginya, sesudah tidak muncul-muncul , beberapa pengawalnya menggedor pintu kamar pengantin serta merasakan Attila telah mati, dengan Ildico yang menangis dengan histeris di samping tempat tidurnya.

Tidak ada luka yang ditemukan. Nampaknya Attila alami mimisan saat berbaring serta tersedak sampai mati sebab darahnya sendiri. Sebagian orang menyebutkan jika Ildico mempunyai peranan dalam momen itu, atau jadi korban konspirasi yang direncanakan oleh Marcian. Bekasnya menjelaskan itu cuma kecelakaan yang disebabkan dari pesta minuman.Menurut Priscus, pasukan Attila benar-benar berduka sebab kepergian pemimpin mereka. Mereka bahkan juga mengolesi mukanya dengan darah serta menunggang kuda mereka dengan membuat lingkaran di seputar tenda Attila sekalian memegangi tubuhnya.

Malam itu, tubuhnya dibungkus dengan tiga peti mati — satu emas, satu perak, satu besi — serta disemayamkan dengan senjata musuh yang telah dikalahkannya, dengan perhiasan serta harta lainnya.Menurut cerita, sebuah sungai dialihkan hingga Attila bisa disemayamkan di dasar sungai, serta baru dibuka kembali supaya air mengalir di atas makamnya. Beberapa pelayan yang menguburkan Attila dibunuh agar tidak ada yang mengetahui tempat peristirahatan terakhirnya.Tempat situs pemakaman Attila, yang dipercaya ada di suatu tempat di Hungaria, belum juga diketahui hingga hari ini.

Tidak hanya dipandang seperti momok bangsa Eropa, Attila digadang-gadang jadi leluhur dari Jenghis Khan, walaupun klaim ini masih lemah sebab bangsa Hun lebih dekat dengan bangsa Xiongnu dibanding bangsa Mongol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *