lisas-childminding.com

My WordPress Blog

Fakta Ilmiah Cara Kucing Menyayangi Tuannya

Berita Terbaru Beberapa orang yang menjelaskan jika sebetulnya kucing benar-benar tidak menyukai majikannya. Katanya, mereka menurut serta ingin bersisihan dengan kita karena hanya ada maunya saja. Ditambah lagi jika bukan lantaran makanan serta rumah. Menyikapi ini, beberapa penggemar kucing juga skeptis. Masa sih, si imut itu cuma memanfaatkan kita saja? Nah, bila ingin tahu kebenarannya, baca keterangan di bawah ini! Kira-kira anggapan itu benar tidak, ya?

Fakta Ilmiah Cara Kucing Menyayangi Tuannya

Kucing serta anjing punyai psikologis yang berlainan
Bila kamu pernah pelihara keduanya, kamu kemungkinan mengetahui perbedaan di antara kucing serta anjing. Anjing seringkali mendekati majikannya, mengibaskan ekor, serta kemungkinan menjilat muka sebagai tanda kasih sayang.Tetapi kucing berlainan. Mereka condong lebih cuek serta seringkali habiskan waktunya sendirian. Tingkah laku tersebutlah yang menimbulkan anggapan jika kucing sebetulnya tidak perduli pada sang majikan.

Kucing sebetulnya adalah hewan yang independen
Mewarisi karakter dari pendahulunya, kucing adalah hewan yang terlahir berdiri sendiri. Mereka terlatih cari makanan sendiri di rimba tanpa ada tergantung pada siapa juga. Ini dibuktikan dengan riset dari University of Lincoln tahun 2015.Studi itu tunjukkan jika kucing peliharaan tidak terusik saat si majikan tinggalkan dianya. Tetapi mereka akan memberontak saat ada orang asing yang dekati atau menggenggamnya.

Studi tahun 2019 berupaya mempelajari rasa keterikatan kucing pada majikannya
Studi terbaru dari Oregon State University pada tahun 2019 berusaha untuk menganalisa ikatan yang tercipta di antara kucing serta majikannya. Kucing yang dilibatkan juga mempunyai umur yang beragam. Ada tiga step yang dilewati, yakni:

-Kucing diletakkan dalam ruang asing dengan majikan sepanjang dua menit;
-Kucing dibiarkan sendirian selama dua menit;
-Majikan kembali pada dalam ruangan sepanjang dua menit.

Melalui riset itu ada dua jenis ikatan yang tercipta di antara kucing serta majikan
Sesudah lewat semua step, periset mengklasifikasikan dua jenis tingkah laku kucing waktu berjumpa dengan majikan. Di bawah ini rinciannya dikutip dari PetMD:

-Terikat kuat: kucing mengeksplor ruang sekalian seringkali melihat mengarah majikan serta minta perhatiannya;
-Terikat dengan lemah: kucing melekat ke majikan, menghindar, atau melakukan keduanya dengan berganti-gantian.
Hasil riset menunjukkan jika 65 % kucing terikat kuat dengan majikannya. Sedangkan 35 % bekasnya terikat lemah. Hasil ini lebih tinggi dibanding anjing yang cuma terikat kuat sebanyak 58 %.

Apa makna dari ikatan itu?
Periset menjelaskan jika perilaku itu menunjukkan respons depresi kucing waktu dia dibiarkan dalam ruangan asing. Mereka yang yakin pada majikannya tidak terusik waktu ditinggal.Menurut tesis, ini berlangsung sebab kucing tahu jika sang pemilik akan kembali untuk menjemputnya. Tidak itu saja, saat majikan kembali, kucing yang terikat kuat merasa senang. Tidak menghindar atau merajuk. Itu salah satu cara hewan kesayanganmu menunjukkan rasa sayangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *