lisas-childminding.com

My WordPress Blog

Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencegahan Virus Corona

Berita Terbaru Meluasnya wabah virus corona ternyata diikuti pula dengan merebaknya hoaks. Bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di seluruh dunia. Media sosial seperi Facebook, Twitter, dan tak terkecuali grup WhatsApp adalah sasaran empuk bagi para penyebar kabar bohong terkait perkembangan virus corona.

Kemudian hoaks-hoaks pun mulai bertebaran. Namun yang paling sering adalah mengenai tip atau nasihat kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. Kamu pasti setidaknya pernah mendengar salah satu dari hoaks tersebut, kan?

Sebagaimana Hostcoremedia merangkum sejumlah tip kesehatan mengenai virus corona yang sebenarnya salah dan tidak terbukti secara medis. Berikut ulasannya :

Kesalahan-Kesalahan Dalam Pencegahan Virus Corona

Tes virus corona bisa dilakukan dengan menahan napas
Sebuah broadcast di WhatsApp mengatakan bahwa dokter Jepang dan Stanford University menemukan cara tes virus corona yang bisa dilakukan oleh setiap individu. Caranya adalah dengan mengambil napas dan menahannya selama sepuluh detik. Jika berhasil melakukannya tanpa terbatuk, lelah, dan merasa sakit pada dada, itu artinya kita bebas virus corona karena tidak ada tanda fibrosis pada paru-paru.

Nyatanya tips kesehatan ini salah kaprah. Virus corona hanya bisa dideteksi dengan tes medis yang dilakukan di rumah sakit, tidak bisa dilakukan sendiri. Apalagi oleh orang awam. Stanford University yang juga disebut dalam pesan broadcast tersebut menampik bahwa tip itu berasal dari mereka. Lisa Kim dari Stanford Health Care mengatakan bahwa itu adalah nasihat yang tidak perlu dilakukan.

Minum air hangat bisa membunuh virus corona
Bersamaan dengan pesan hoaks di atas, disebutkan pula bahwa minum air hangat atau air garam bisa membunuh virus corona yang ada di dalam tubuh kita. Bahkan ada pula pesan yang menyarankan agar kita minum setiap 15 menit sekali.

Sebenarnya tip tersebut bagus untuk kesehatan, tetapi tentu tidak bisa membunuh virus corona, apalagi yang sudah masuk ke dalam tubuh. Kenapa seperti itu? Berikut ini penjelasan dari Dr. Faheem Younus, kepala bidang penyakit menular dari University of Maryland:

Minum antibiotik bisa membunuh virus corona
Berikutnya adalah rumor mengenai antibiotik yang menurut kabar bisa membunuh virus corona. Lagi-lagi tip kesehatan ini beredar di media sosial dan aplikasi chatting. Sumbernya pun tidak diketahui dari mana.

Perlu diketahui bahwa antibiotik adalah obat untuk membunuh bakteri. Sedangkan COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Jadi keduanya sama sekali tidak berhubungan. Bahkan World Health Organization (WHO) sendiri mengklarifikasi rumor yang menyesatkan ini.

Antibiotik tidak bisa digunakan sebagai cara pencegahan maupun pengobatan untuk COVID-19. Namun jika ada orang yang mendapatkan antibiotik saat opname gara-gara penyakit tersebut, kemungkinan ada infeksi bakteri tambahan di tubuhnya.

Memakan bawang putih baik untuk mencegah COVID-19
Berikutnya ada pula anjuran untuk memperbanyak konsumsi bawang putih untuk mencegah penularan virus corona, karena bahan makanan tersebut bisa memperlambat pertumbuhannya di dalam tubuh. Akibatnya, ada seorang wanita Tiongkok yang dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi bawang putih mentah sebanyak 1,5 kilogram.

Perihal ini sebenarnya keliru. Bawang putih mampu memperlambat pertumbuhan bakteri, bukan virus. Makanan ini memang baik untuk kesehatan dan memiliki sifat antimikroba. Akan tetapi tidak ada bukti medis bahwa ia bisa melawan virus corona.

Semoga artikel ini menambah wawasanmu ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *