lisas-childminding.com

My WordPress Blog

Dampak Buruk Mengkonsumsi Suplemen Secara Berlebihan

Berita Terbaru Saat ini, kita menginginkan tubuh kita memiliki imun yang kuat. Alasannya adalah semata-mata agar tidak mudah terkena virus atau penyakit. Untuk itu cara termudah adalah dengan mengonsumsi suplemen imun. Tapi jarang diketahui orang-orang jika mengkonsumsi suplemen tersebut bisa memberikan efek buruk.

Seperti contohnya autoimun, penyakit ini merupakan kondisi imunmu malah menyerang tubuh sendiri dan bukan bakteri atau virus yang jahat. Healthline menuliskan jika penyakit ini tidak diketahui dengan jelas oleh para dokter, namun dipercaya cukup sering menyerang para perempuan. Bagaimana penyakit ini bisa muncul dari suplemen ? Berikut ulasannya :

Dampak Buruk Mengkonsumsi Suplemen Secara Berlebihan

Biasanya terjadi akibat kelebihan nutrisi
Tubuh kita ibarat mesin. Agar berfungsi dengan baik, diperlukan bahan bakar yang pas. Tidak lebih dan tidak kurang. Dalam kasus meminum suplemen, tubuh diberikan nutrisi yang melebih kapasitasnya, membuat nutrisi dalam tubuh menjadi tidak seimbang.

Tidak seperti mesin motor yang bisa dibuka dengan mudah, bahan bakar nutrisi dalam tubuh kita tidak semudah itu bisa dibuang jika berlebihan. Dalam kasus imun yang tercipta akibat suplemen imun, nutrisi berlebihan yang ada dalam tubuh menumpuk dan mulai mengganggu fungsi aslinya.

Fungsi yang seharusnya mengenali mikroorganisme jahat malah menjadi terbalik, membuat segala sesuatu di dalam tubuh pun tampak jahat dan berakhir diserang sendiri. Alhasil timbullah efek alergi terhadap imun tersebut.

Suplemen harusnya dibutuhkan pada mereka yang sakit
Suplemen imun dinamakan juga imunomodulator yang merangsang produksi imun di dalam tubuh. Oleh para dokter, suplemen imun ini hanya diberikan kepada mereka para pasien yang imun tubuhnya sedang melemah atau sedang terserang penyakit.

Tujuannya tidak lain agar imun tubuh menjadi kuat kembali. Oleh sebab itu mereka yang sehat tidak pernah mendapatkan anjuran untuk meminum suplemen imun, karena sebenarnya tubuhnya tidak membutuhkan.

Banyak orang mengkonsumsi ini karena cemas
New York Times melaporkan adanya peningkatan pembelian suplemen imun di Amerika. Pengamatan saksama menunjukkan jika peningkatan tersebut terjadi karena kecemasan warga di sana akan infeksi COVID-19 kepada tubuh yang memiliki imun lemah.

Para warga ketakutan jika dirinya mudah terserang COVID-19 dan oleh sebab itu berlomba meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh itu. Padahal mereka juga perlu memperhatikan peringatan kontra-indikasi dan pantangan dari suplemen yang dibeli.

Melansir halodoc, salah satu suplemen imun di pasaran yang banyak diserbu masyarakat, memiliki kontra indikasi tidak boleh digunakan oleh penderita multiple sclerosis, penyakit kolagen, leucosis, tuberculosis, AIDS dan penyakit autoimun. Wanita hamil dan menyusui juga dianjurkan untuk menghindari suplemen imun, atau jika memang ingin meminumnya tapi ragu, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Padahal keefektifan suplemen imun masih diragukan oleh para ahli
Masih dari artikel New York Times yang sama, keefektifan suplemen imun sebenarnya sangat dipertanyakan mengingat jurnal kesehatan yang membahas hal ini masih sedikit.Kemudian dari profesor Marc Pellegrini yang diwawancara ABC menyatakan jika vaksin adalah satu-satunya yang efektif meningkatkan kekebalan tubuh dalam menangani infeksi virus. Pellegrini menyatakan jika keefektifan itu terjadi karena penerima vaksin langsung mendapatkan patogennya yang bisa dikenali tubuh, membuat tubuh secara alami melengkapi senjatanya. Namun masalahnya vaksin untuk virus corona sendiri baru saja ditemukan.

Sudah tahu kan sekarang ? Untuk itu bagi kamu yang sehat tetap jaga kondisimu tanpa suplemen ya. Agar kamu tidak terkena autoimun.
Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *